Jumat, 21 Oktober 2011

KRL baru dari INKA

Setelah sekitar 1 minggu disimpan di Manggarai, Sabtu(7/5) 1 set rangkaian KRL baru dari pabrik kereta api INKA di Madiun(paling kanan dalam foto) dibawa ke Dipo KRL Depok. Di sana KRL baru tersebut akan mengalami serangkaian pengecekan dan uji coba internal didalam dipo. KRL yang pembuatannya dibiayai oleh Jerman ini sekilas memang mirip dengan KRL-I atau Djoko Lelono 3. Namun ada beberapa perbedaan yang diterapkan INKA pada KRL baru ini. Salah satunya adalah INKA menyisipkan Hand Grip untuk memudahkan penumpang berpegangan saat kereta berjalan. Sampai saat ini KRL yang akrab disebut KRL KFW ini masih disimpan di Depo Depok. Menurut kabar KRL KFW ini menunggu set berikutnya datang dari INKA untuk selanjutnya dilakukan Uji Coba Jalan bersamaan.

susunan rangkaian:
[KLB3-11401]~[KLB3-11402]~[KLB3-11403]~[KLB3-11404]

Minggu, 11 September 2011

30 Unit KRL Seri 05 Tiba di Jakarta

Setelah seminggu disimpan di Pasoso, ketiga rangkaian seri 05 yang tiba di pelabuhan Tanjung Priuk saat malam Takbiran(30/8) akhirnya dibawa ke Balai Yasa Manggarai. Ketiga rangkaian yang kabarnya berangkat dari Jepang tanggal 20 Agustus ini adalah seri 05-004F, 05-005F, dan 05-012F. Ketiga rangkaian ini tidak langsung dibawa ke Balai Yasa setelah unloading karena seluruh rangkaian KLB dan Kereta Barang dilarang beroperasi saat arus mudik maupun arus balik. Proses unloading pun hanya melibatkan kru dari pelabuhan Tanjung Priuk saja. Seluruh gerbong hanya dijejerkan sesuai urutan di jalur 1 dan 2 stasiun Pasoso. Seluruh rangkaian dibawa ke Balai Yasa Manggarai pada hari Rabu(7/9). Pengiriman rangkaian ini sedikit tertunda karena ketidakseterdiaannya lokomotif di Dipo Lokomotif Jatinegara karena dipakai untuk angkutan Lebaran. Brikut beberapa foto rangkaian KRL seri 05 di stasiun Pasoso.

Rangkaian 05-105F dan 05-112F di stasiun Pasoso

Jumat, 26 Agustus 2011

KA Gajah Wong dan KRL KFW Diresmikan

Rabu, tanggal 24 Agustus silam terlihat pemandangan berbeda di stasiun Jakarta Kota. Ada 1 rangkaian KRL yang jenis atau tipenya belum lazim dipandang oleh para penumpang setia KRL. Di sebelahnya ada 1 rangkaian Kereta Ekonomi yang dilengkapai AC dengan dibalut warna eksterior biru. Ternyata hari itu dilaksanakan penyerahan 2 set(1 set=4 gerbong) KRL AC yang merupakan bantuan dari pemerintah Jerman melalui lembaga krediturnya KFW dan peresmian Kereta Api Ekonomi AC Gajah Wong relasi Pasar Senen-Lempuyangan(Yogyakarta).

Untuk KRL, pemerintah Jerman akan memberikan bantuan lunak sebesar 34 juta Euro yang diperuntukan untuk pembuatan 10 set(40 unit) KRL dan beberapa gardu listrik untuk meningkatkan kapasitas angkut KRL di Jabodetabek. Untuk pengadaan KRL, PT INKA Madiun kembali bekerja sama dengan Perusahaan Bombardier asal Jerman dalam pengadaan mesin dan alat kelistrikannya. Dalam hal ini PT INKA hanya merakit dan membuat bodi KRL yang kabarnya berkerja sama dengan Perusahaan asal Jepang Nipon Sharyo. Menurut kabar saat ini ada 2 set lagi KRL KFW yang telah siap untuk dikirim ke Jabotabek di INKA Madiun, dan sisanya masih dalam tahap pembuatan.


Rabu, 17 Agustus 2011

Si Lohan 6227F Ganti Warna

Setelah Perbaikan Akhir di Dipo Depok, KRL 6227F atau sering disebut Lohan ini berganti warna. Jika sebelumnya dia eksis dengan warna hijau kuningnya, sekarang KRL ini berganti warna menjadi mirip dengan KRL Tokyu yaitu biru dengan garis kuning. Hari selasa lalu(9/8) KRL Lohan ini menjalani serangkaian Uji Coba dari Depok menuju Manggarai. Setelah dari manggarai seharusnya KRL Lohan ini melanjutkan perjalanan Uji Coba ke Bogor namun karena mengalami gangguan/masalah pada Traksi Motornya, rangkaian kembali ke Dipo Depok untuk menjalani pemerikasaan lebih lanjut. Berikut foto KRL 6227F di stasiun Depok.


Sebelum beralih ke warna sekarang, KRL 6178F pernah memiliki 2 skema warna lainnya. Berikut foto 2 skema warna KRL 6227F yang pernah diabadikan oleh penulis.

Skema warna pertama


Skema warna kedua

Kamis, 11 Agustus 2011

Datang Lagi KRL Baru Dari INKA

Dengan dibungkus terpal biru, 1 rangkaian KRL KFW(set 2) kembali didatangkan dari pabrik kereta api INKA di Madiun. Rangkaian ini digandengkan dengan 1 gerbong ekonomi dan pembangkit untuk membantu sistem pengereman. Lokomotif CC20105 milik dipo Sidotopo dipergunakan untuk menarik rangkaian KLB ini dari Madiun hingga Manggarai. Rangkaian KLB berangkat dari Madiun hari Senin(8/8) pukul 11:30. Dibutuhkan waktu seharian untuk mengirim KRL KFW ini dari Madiun sampai Manggarai. Keesokan harinya, Selasa pukul 11:25 rangkaian KLB tiba di stasiun Manggarai. Rangkaian langsung masuk di jalur 7 stasiun Manggarai untuk memudahkan proses langsir ke area PKLG. Berikut foto saat Rangkaian tiba di Manggarai dan saat dimasukkan ke PKLG Manggarai.

Nantinya rangkaian KRL KFW set 2 ini akan dibawa ke Dipo Depok. Namun kapan waktunya belum bisa dipastikan. Sebelum dibawa ke Dipo Depok rangkaian KRL KFW set 2 ini akan terus disimpan di PKLG Manggarai.

Selasa, 09 Agustus 2011

KRL Seri JR203 Dipindahkan ke Dipo Depok


Berhubung terjadi over capacity di Balai Yasa Manggarai dan Dipo Bukit Duri, atau dengan kata lain dikedua tempat tersebut sudah tidak memiliki kapasitas yang cukup untuk menyimpan kereta, diputuskan pada tanggal 8 malam 1 rangkaian KRL seri JR203 dipindahkan ke Dipo Depok. Awalnya proses pemindahan ini akan menggunakan rangkaian KRD Penolong(NW) Djoko Tingkir. Namun karena salah satu mesin KRD Djoko Tingkir ini mengalami kerusakan, diputuskan proses pemindahan ini dilakukan oleh 1 set rangkaian KRL Ekonomi Rheostatik.

Pukul 22:30 rangkaian ini berangkat dari stasiun Manggarai. Rangkaian KLB ini berjalan langsung dari Manggarai sampai Depok. KLB ini terhitung unik karena total 1 rangkaian kereta mencapai 14 gerbong(4 gerbong KRL Ekonomi + 10 gerbong KRL JR203). Hanya membutuhkan waktu sekitar 25 menit rangkaian KLB telah tiba di stasiun Depok. Rangkaian berhenti sesaat di stasiun lalu melanjutkan perjalanan masuk ke areal dipo KRL Depok. Nantinya KRL JR203 ini akan divermak/dimodifikasi(penggantian warna, pemasangan cowhanger, dll) di Dipo Depok. Berikut foto KLB Pengiriman KRL JR203 di stasiun Manggarai sesaat sebelum berangkat ke Depok.

Sabtu, 06 Agustus 2011

KRL Seri JR203 Tiba di Tanjung Priuk

Salah satu gerbong KRL seri JR203 saat dikeluarkan dari lambung kapal.
Berangkat dari pelabuhan Niigata di Jepang pada tanggal 20 Juli, kapal yang membawa 20 unit KRL JR203 memerlukan waktu 12 hari atau hampir seminggu untuk menempuh perjalanan dari Jepang ke Indonesia. Tanggal 2 Agustus kapal Sunrise Ekspress berbendera Indonesia merapat di pelabuhan Tanjung Priuk dan memulai proses Unloading gerbong KRL pada pukul 1 siang. Seperti biasanya kapal merapat di Dermaga 304 pelabuhan Tanjung Priuk. Rangkaian pertama yang dikeluarkan dari lambung kapal adalah Mato 51(クハ203-1F). Berikut dokumentasi saat penurunan gerbong KRL seri JR203 di Dermaga 304.

Rabu, 20 Juli 2011

Kereta Argo Bromo Anggrek New Image "Go Green"

Rangkaian Argo Bromo Anggrek di PUK Manggarai
Sekian lama menghilang ternyata seluruh kereta yang memiliki Boogie K9 atau Bolsterless ini sedang menjalani serangkaian penyehatan atau retrofit di pabrik Kereta Api INKA di Madiun dan Balai Yasa Gubeng di Surabaya. Komponen utama yang menjadi inti perbaikan adalah Boogienya yang sering kali bermasalah dan akhirnya menyebabkan rangkaian kereta anjlog keluar jalan rel. Selanjutnya interior dan eksterior diubah dan diberikan kesan Go Green di kereta berBoogie K9 ini. Hari Selasa(19/5) dan Rabu(20/5) telah dilakukan Tes Uji coba pulang pergi dari Surabaya menuju Gambir. Dan kecepatan maksimum yang dapat ditempuh kereta Argo Bromo Anggrek "Go Green ini mencapai 118km/h seperti yang dilansir PT KAI(Persero) dalam Webnya. Saya(owner Blog) mendapat kesempatan untuk mencoba kenyamanan kereta Argo Bromo Anggrek setelah perbaikan ini walaupun hanya dari stasiun Gambir ke Manggarai yang hanya memakan waktu sekitar 10menit. Namun itu waktu yang cukup untuk mengamati perubahan yang dialami oleh kereta Argo Bromo Anggrek setelah retrofit ini.

Jika dilihat di bagian eksterior, kereta ini diberi warna dominan putih dan berbalut garis berwarna hijau dari depan hingga belakang. Tidak lupa disisipkan lambang "Go Green" berdaun segar disisi pintu untuk menambah kesan Go Green di kereta ini. Pewarnaan eksterior seperti ini menggambarkan bahwa Kereta Api adalah moda transportasi yang ramah lingkungan karena irit dalam menggunakan bahan bakar.

Kesan Go Green pada kereta Argo Bromo Anggrek ini pun diterapkan juga pada toilet. Seperti yang diterapkan sebelumnya pada kereta Argo Jati, terdapat bak penampungan kotoran dari toilet. Sehingga kotoran dapat ditampung hingga menjadi cairan yang mudah diserap oleh tanah. Bak penampungan kotoran ini bisa dilihat persis dibawah toilet. Terdapat 2 jenis toilet pada kereta Argo Bromo Anggrek ini. Ada toilet berdiri yang mungkin dikhususkan untuk kaum Adam dan toilet jongkok yang bisa digunakan oleh siapa saja.

Toilet Jongkok

Toilet Berdiri
Namun tidak terlihat banyak perubahan disisi Interiornya. Pada bagasi penyimpanan barang akan dilengkapi oleh penutup yang menjadi ciri khas kereta eksekutif/Argo saat ini. Dan terdapat kaca pada bagian bawah bagasi yang berguna untuk memudahkan penumpang melihat ke dalam bagasi agar memberikan rasa aman kepada penumpang atas barang bawaan yang mereka bawa. Warna kursi yang sebelumnya merah diganti menjadi warna krem dengan jok yang empuk untuk diduduki. Dan selentingan kabar menyebutkan bahwa nantinya kereta Argo Bromo Anggrek ini nantinya akan menggunakan karpet untuk lantainya. Sebagaimana kita tau, bahan karpet telah lama tidak digunakan pada kereta Argo/Eksekutif dan diganti oleh bahan vynil. Namun kabar tersebut belum bisa dipastikan kebenaranya. Berikut foto Interior Kereta Argo bromo ANggrek Go Green yang masih dalam tahap penyempurnaan.




Berikut video Rangkaian Argo Bromo Anggrek saat berangkat dari stasiun manggarai menuju Surabaya dalam rangka Uji Coba.

Jumat, 08 Juli 2011

3 Rangkaian KRL Seri 05 Siap Kirim ke Indonesia

Seri 05-004F
Segera datang kembali 3 rangkaian KRL seri 05 yang dibeli dari perusahaan Tokyo Metro, Jepang. Ketiga rangkaian ini saat ini telah siap untuk dikirim di pelabuhan Kawasaki. Rangkaian yang akan dikirim diantaranya adalah seri 05-004F, seri 05-005F, dan seri 05-012F. Sebelum dikirim ke Indonesia, ketiga rangkaian ini beroperasi di Tokyo Metro lintas Tozai(Nakano - Nishi-Funabashi). Setelah 3 rangkaian ini tiba di Indonesia, berarti sudah ada 8 rangkaian seri 05 yang telah dikirim Indonesia. Berikut beberapa foto KRL seri 05 yang telah siap dikirim ke Indonesia di pelabuhan Kawasaki.

Jumat, 01 Juli 2011

Lokomotif CC205 Telah Dikirim

Untuk meningkatkan kapasitas angkut dari angkutan Kereta Api Batu Bara di Sumatra Selatan, PT Kereta Api(Persero) telah melakukan pembelian sejumlah lokomotif baru ke Pabrik General Motors(EMD) di Canada. Lokomotif ini kabarnya memiliki ukuran dan tenaga yang pastinya lebih besar dari lokomotif yang telah dimiliki oleh PT Kereta Api(Persero) sebelumnya. Lokomotif ini adalah seri CC205. Seri terbaru yang belum ada di Indonesia. Untuk tahap awal PT Kereta Api(Persero) membeli 6 unit(CC20501-CC20506) lokomotif ini dari General Motors(EMD). Lokomotif yang menggunakan mesin GT38ACe dan bernomor seri pembuatan dari 20108996-01 sampai 20108996 ini telah dikirim dari pabriknya pada tanggal 17 Mei silam. Direncanakan ke-enam lokomotif ini akan tiba di pelabuhan Panjang(Lampung) pada bulan september mendatang. Berikut beberapa foto saat proses pengiriman lokomotif CC205 yang menggunakan gerbong flat(datar).

Video (YouTube)


Foto: John Richard & Guy-Pascal (CRO)


Kamis, 16 Juni 2011

Sekilas KRL 8513F "JALITA" Setelah Overhaul

Seperti KRL lainnya, setelah 2 tahun beroperasi, KRL seri 8513F atau yang sering disebut JALITA ini harus menjalani overhaul rutin di Dipo Depok. Perubahan banyak terlihat setelah KRL ini overhaul. Dari sisi eksterior, JALITA masih menggunakan warna dominan merah dan kuning. Namun skema pewarnaannya mengikuti KRL milik KCJ lainnya. Khusus di gerbong paling depan dan belakang, skema baru Kereta Khusus Wanita di terapkan disisi gerbong. Skema yang baru diterapkan di KRL 8513F JALITA dan seri 05-007F ini memiliki warna pink yang identik dengan wanita. Ukiran bunga dan wajah wanita menambah kesan wanita di Kereta Khusus Wanita ini.


Warna Eksterior KRL seri 8513F "JALITA yang baru.



Interior dengan warna dominan merah.


Eksterior Kereta Khusus Wanita

Sabtu, 04 Juni 2011

05-005F Telah Dibawa ke Pelabuhan Kawasaki

PT KCJ kembali akan mendatangkan rangkaian KRL second seri 05 dari Tokyo Merto, Jepang. Kali ini rangkaian bernomor seri 05-005F yang mendapat giliran pergi ke Indonesia. Tanggal 3 Juni lalu rangkaian seri 05 telah dikirim ke pelabuhan Kawasaki untuk selanjutnya dimasukan ke dalam kapal dan dikirim ke Indonesia. Pengiriman ke pelabuhan Kawasaki dilakukan tengah malam untuk menghindari padatnya arus lalu lintas. Sebab, rangkaian ini dibawa ke pelabuhan kawasaki menggunakan Trailer melalui jalan raya. Beberapa Pecinta Kereta Api asal Jepang sempat mengabadikan moment tersebut. Berikut beberapa fotonya.


Foto oleh Keisuke Sugibayashi (railfans Jepang)

Sampai saat ini belum diketahui kapan rangkaian 05-005F ini akan dikirim dari Jepang
ke Indonesia.

Senin, 30 Mei 2011

KRL Ex. Tokyu 8007F Menjalani Perawatan Akhir

Setelah KRL Ex. Tokyu 8513F "JALITA" menjalani Perawatan Akhir di Dipo Depok, kini giliran KRL Ex. Tokyu 8007F yang akan menjalani Perawatan Akhir di Dipo Depok. Saat ini rangkaian 8007F telah dipersiapkan di sepur bubut sebelum nantinya dipindahkan ke Loos Perbaikan untuk menjalani Perawatan Akhir. Sampai saat ini yang dilakukan masih sebatas penngambilan jok sofa tempat duduk penumpang yang nantinya akan diganti kulit sofanya. Rangkaian 8007F yang saat ini berwarna Hijau dimungkinkan akan berganti warna menjadi Biru seperti rangkaian milik PT KAI lainnya untuk memudahkan inventarisasi aset.


Rangkaian 8007F di Dipo Depok


Rangkaian 8007F saat beroperasi sebagai Bekasi Ekspress dengan Warna lama.


Untuk rangkaian 8513F yang sedang dalam tahap finishing dan hampir selesai Perbaikan Akhir direncanakan akan melakukan tes uji coba jalan Minggu Depan.

Minggu, 29 Mei 2011

Sekilas Fasilitas di KRL KfW

Saat ini INKA sedang menggarap proyek perakitan 10 set atau 40 gerbong KRL Bombardier yang dananya merupakan bantuan dari Bank asal Jerman KfW[Kreditanstalt fur Wiederaufbau]. Design Eksteriornya tidak jauh berbeda dengan pendahulunya yaitu KRL-I atau yang kita kenal sekarang sebagai Djoko Lelono 3. Hanya bagian muka KRL saja yang terlihat berbeda. Perbedaan yang mencolok adalah banyaknya lampu pada KRL KfW ini. Jika dihitung ada 12 buah lampu baik lampu semboyan atau Headlight yang menempel di muka KRL ini.


KRL KfW di stasiun Depok.

Jumat, 27 Mei 2011

6115F Trial Run

Untuk menjalani serangkaian tes dan uji coba, kemarin[26/5] rangkaian terbaru milik PT KCJ yaitu seri 6115F melakukan tes uji coba jalan(Trial Run) dari stasuin Manggarai menuju Bogor. Sebelumnya rangkaian seri 6126F telah lebih dulu menjalani tes uji coba jalan pada tanggal 5 lalu. Beberapa perbedaan terlihat antara seri 6126F dan 6115F. Seperti pada 6115F pintu sambungan antar gerbong lebih lebar daripada 6126F dan Display pada muka rangkaian yang telah memakai sistem elektrik pada 6115F berbeda dengan 6126F yang masih memakai sistem roll.


Rangkaian 6115F di stasiun Bogor

Interior dengan pintu sambungan antar gerbong memudahkan mobilitas penumpang untuk pindah gerbong

Rangkaian 6126F di stasiun Bogor saat Uji Coba Jalan tanggal 5/5 silam.

Rabu, 25 Mei 2011

JR203 Mato 66F Telah Dikirim ke Nigata

Kemarin[selasa, 24/5] rangkaian JR203 Mato 66F telah dikirim dari Dipo Matsudo ke Dipo Niigata ditarik lokomotif EF 81 134. Menurut kabar, di Dipo Niigata ini rangkaian JR203 akan mengalami serangkaian pengecekan sebelum akhirnya akan dikirim ke Indonesia. Beberapa Railfans Jepang sempat megabadikan proses pengiriman rangkaian JR203 mato 66F ini. Berikut beberapa foto yang dikutip dari Internet.



Sampai saat ini masih simpang siur tentang 2 rangkaian selain mato 66F yang akan dikirim ke Indonesia. Ada kabar lain menyebutkan bahwa Mato 51F dan 52 lah yang akan dikirim ke indonesia.

Minggu, 22 Mei 2011

Susunan Rangkaian JR203 Yang Akan Dikirim ke Indonesia

Terkait tentang pengiriman sejumlah KRL seri JR203 dari Jepang, saya mendapat informasi dari teman sesama pecinta kereta api berkewarganegaraan Jepang tentang formasi susunan rangkaian 3 set KRL seri JR203 yang mungkin akan dikirim ke Indonesia. Berikut formasinya:
66F: Tc203-106+M203-116+M'202-116+T203-111+M203-117+M'202-117+T203-112+M203-118+M'202-118+T'c202-106
68F: Tc203-108+M203-122+M'202-122+T203-115+M203-123+M'202-123+T203-116+M203-124+M'202-124+T'c202-108
69F: Tc203-109+M203-125+M'202-125+T203-117+M203-126+M'202-126+T203-118+M203-127+M'202-127+T'c202-109

keterangan:
Tc : Gerbong Trailer(tanpa mesin) yang dilengkapi kabin masinis
M : Gerbong Motor(Traksi)
T : Gerbong Trailer(tanpa mesin)


Sabtu, 21 Mei 2011

KRL JR203 segera dikirim ke Indonesia

Setelah kedatangan 30 unit seri 05 di awal tahun 2011 dan 20 unit seri 6000 di akhir Februari silam, kini PT KCJ direncanakan akan kembali mendatangkan beberapa unit KRL seri JR203 dari Jepang. KRL buatan tahun 1982 ini beroperasi di lintas Joban milik East Japan Railway dan lintas Chiyoda milik Tokyo Metro. Seperti pendahulunya, KRL yang akan didatangkan ini memakai body berbahan aluminium steel, memiliki 4 pintu disetiap sisinya, dan berpendingin ruangan tentunya. Menurut kabar, KRL ini akan dikirim pada bulan Juni mendatang. Minggu lalu salah seorang pecinta kereta api asal Jepang sempat memotret 1 rangkaian JR203 yang telah tidak beroperasi di stasiun Ueno. Bisa jadi KRL seri JR203 yang dipotret di stasiun Ueno inilah yang akan dikirim ke Indonesia.


KRL seri JR203 di stasiun Ueno
Car body constructionAluminium
Car length20,000 mm
Width2,800 mm
Doors4 pairs per side
Maximum speed100 km/h (60 mph)[1]
Acceleration3.3 km/h/s
Deceleration3.3 km/h/s
Traction systemMT60 (150 kW) x 24
Electric system(s)1,500 V DC
Current collection methodOverhead catenary
Safety system(s)ATS-Sn, ATC-10
Gauge1,067 mm (3 ft 6 in)

Foto : Ompu Channel

Kereta Batik Diluncurkan




PT Kereta Api Indonesia(Persero) kembali meluncurkan kereta bermotif Batik pada Jumat[20/5]. Jika sebelumnya Daerah Operasi 2 Bandung telah meluncurkan kereta motif batik yang dirangkaikan dengan kereta api Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir, kini giliran kereta api Argo Jati relasi Cirebon-Gambir, dan kereta Argo Lawu relasi Yogyakarta-Gambir. Berbeda dengan kereta api Argo Parahyangan yang memberikan sentuhan ornamen Batik pada kereta penumpang, untuk kereta api Argo Lawu dan Argo Jati ini sentuhan ornamen batik diberikan di kereta restorasi atau kereta makan. Dan tidak hanya eksterior, interior kereta pun ikut diberikan ornamen batik.