Senin, 22 Desember 2014

Link Download Stand By Me Doraemon BR-Rip HD 720p

Sebagai mana kita tau, film 3D CG Doraemon Stand By Me udah tayang di bioskop blitz, Cinemaxx, dan Platinum Cineplex sejak tanggal 10 Desember lalu. Selama penayangannya film ini selalu diserbu penonton sampe bikin bioskop penuh antri berdesak-desakan. Di blitz Grand Indonesia aja dalam sehari jumlah penayangan film Stand By Me bisa mencapai 40 show. Di Platinum Cineplex Cibinong, sebuah bioskop kecil dengan 4 studio juga langsung nayangin Stand By Me dengan 21 show. Penonton antri sampe menuhin bioskop plus lantai-lantai bawah bioskop di dalam mall. Gak bisa dipungkiri, tentu aja film ini menjadi pendulang rupiah bagi bioskop yang menayangkannya. 

Tapi baru-baru ini berhembus kabar yang tidak mengenakkan bagi kita pecinta film, importir film, film maker, dan tentu saja bioskop yang memutar film Doraemon Stand By Me ini. Entah dari mana tiba-tiba timbul sebuah atau beberapa link untuk mendownload film Stand By Me ini yang udah dilengkapin sama subtitle dengan sub Indonesia dan Inggris, perisis sama dengan bioskop padahal film ini masih diputer di bioskop. Aneh. Padahal di Jepang sendiri belum dirilis baik Blu-Ray atau DVDnya yang bisa dibajak oleh bajakers di Indonesia. Tapi sebenernya bukan siapa dan bagaimana film STand By Me ini bisa dibajak yang pengen ane bahas disini. Tapi saya mau bahas tentang kita, penikmat film di Indonesia. 

Setelah link download keluar, banyak "pecinta film" yang meluapkan euforianya dengan update status di facebook, twitter, path, dll tentang Doraemon Stand By Me ini. Mereka dengan entengnya atau malah bangga kalo mereka udah download dan lagi nonton film Stand By Me ini yang padahal filmnya lagi tayang di bioskop. Pagi-pagi, pas gw mau berangkat ke kampus, iseng buka HP, ada notif dari path temen "lagi nonton Stand By Me sambil makan Lontong Sayur.". Gw kaget, bioskop mana yang udah buka pagi-pagi gini, dan bioskop mana yang nyediain Lontong Sayur di Consession mereka?. Akhirnya pas gw buka ternyata dia lagi nonton Stand By Me di TV dia sendiri(pantes bisa sambil makan Lontong Sayur). Gw kaget(lagi). Kok dia udah bisa nonton di TV? Dan ternyata film Stand By Me ini bocor dan udah bisa di-download di Internet. Ini pertama kali gw tau film Stand By Me bocor ke Internet. Semenjak itu banyak temen-temen gw yang update lagi nonton bajakan Stand By Me sambil nge-share link download film ini. Ini yang bikin gw miris dan takut. Ini alasan gw curhat di blog gw ini.

Gw tau kita sebagai pecandu nonton emang gak akan pernah lepas sama yang satu ini, Download film. Gw sendiri salah satu yang seneng download dari torrent. Film-film jadul macam filmnya Charlie Chaplin, trilogy film jadul, film-film Bond yang dulu, semua bisa gw dapet dari torrent. Tapi buat kasus film Stand By Me ini gw sedih dan takut sama rutinitas download film para pecandu nonton. Gw sedih karena malu. Bayangin, masa mereka bangga banget gitu bisa nonton bajakan pas filmnya masih tayang di bioskop? Dimana kemaluan mereka? Ini nunjukin banget rasa tidak menghargainya sebagian para oknum pecandu film buat jerih payah Film Maker yang udah bikin film bagus ini, Importir Film yang udah berbaik hati membawa masuk film ini ke Indonesia, sama Bioskop yang udah baik hati muter film ini di layar lebar mereka. Dan anehnya lagi pas gw sedikit sindir, mereka malah balik sindir. Selalu melakukan pembenaran atas yang mereka lakukan. Gak ada duit atau waktu ke bioskop ga bisa banget dijadiin alasan buat download bajakan. Ini sama aja nyopet dengan alasan ga ada duit dan kerjaan. Selagi filmnya masih tayang di bioskop ayo lah mampir ke bioskop. HTM bioskop juga rata-rata Rp 30.000. Buat seseorang yang punya akses ke Internet buat download, ga mungkin ga punya duit segitu buat ke bioskop. Selagi filmnya masih tayang mah ayo ke bioskop. 

Asal tau aja, budaya nonton bajakan terus update di medsos beserta link-nya saat filmnya masih tayang di bioskop itu banyak akibat fatalnya. Coba ini gw jabarin.
1. Berkurangnya Penonton di Bioskop
Industri bioskop tahun ini sedang berkembang pesat. Ini ditandai dengan hadirnya pemain baru di bidang bioskop yaitu Cinemaxx. Tahun ini juga ada 22 bioskop baru yang dibuka. Semua ini gak mungkin terjadi kalo ga ada pasar. Ini berarti bisnis bioskop mulai bangkit karena makin banyak orang yang mau dateng ke bioskop. Jadi buat kalian para downloaders ga perlu ngeshare-share link download saat film masih tayang di bioskop karena konsumen bioskop yang labil bisa kembali beralih jadi tukang download karena kalian. Dan industri bioskop bisa kembali terpuruk kayak pas zaman VCD menerjang Indonesia.

2. Hilangnya Kepercayaan Distributor Film pada Pasar Indonesia.
Mulai tahun 2014 ini film Jepang mulai banyak yang masuk ke Indonesia. Dengan munculnya bajakan Doraemon Stand By Me ini bisa jadi bikin Distributor Jepang takut buat mendistribusikan filmnya lagi ke Indonesia. Ini berarti kita gak bisa nikmatin lagi film Jepang di Layar Lebar di Indonesia. Mungkin kalian para downloader sih gampang tinggal ngomong, tunggu aja downloadannya sambil senyum. Kita sih orang yang demen nonton di bioskop murung.

Kalo kalian mau berprilaku buruk yang ga usah bangga. Diem-diem aja. Nonton bajakan sama aja kayak ngisep ganja. Download film ilegal sama aja kayak beli ganja. Harusnya sama aja rasa malunya. Ini yang belum tertanam di kebanyakan masyarakat kita. Masih bangga, pede dengan nonton bajakan terus di share di medsos. Gw sempet adu komen sama tukang download yg ngeshare lagi nonton bajakan, dia malah komen "Jadi sebenernya tuh ada yang iri karena ada link downloadan tapi keburu nonton di bioskop. Makanya koar-koar begitu.". Sumpeh gw ga habis pikir, dia lebih bangga nonton bajakan ketimbang nonton di bioskop.

Gw cuman pengen kita jadi generasi tau diri. Kalo emang udah nggak tayang ya mau gimana lagi? buka leptop nyari torrent mau ga mau. Cuman kalo mau download yang diem-diem aja. Terus kalo filmnya emang masih tayang di bioskop ya mampir lah kesana. Banyak promo di bioskop sampe yang diskon 50% juga ada. Buy 1 get 1 ada. Buy 2 get 1 ada.

Download bajakan itu budaya buruk. Tapi di negara kita yang emang masih negara berkembang dan status masyarakatnya belum sejahtera banget kebanyakan, jadi buat ngakses konten Original itu emang masih sulit. Ya kita jadi generasi tau diri aja. Film masih tayang dateng ke bioskop. Ga ada duit ya sabar nunggu filmnya turun layar dulu di bioskop kalo mau download buat ngehormatin Film Maker, Importir film, sama Bioskop. Jangan pengaruhin orang yang mau nonton ke bioskop dengan kebiasaan kalian yang demen download. Terus kalo ga ada waktu? Sok sibuk lo! Presiden aja kadang punya waktu buat ke bioskop. Males antri? gw no comment deh sama yg males antri. Antri aja males, mungkin dia hidup juga males-malesan.

Contoh buruk:
 



Contoh baik:

 Himbauan:

note: Tulisan ini gw buat pas lagi mau tidur. Jadi kalo tulisannya aneh mohon maap. Gw cuman pengen film Jepang terus masuk ke Indonesia. Industri bioskop terus berkembang. Sama kita semua jadi generasi Tau Diri.

Senin, 06 Oktober 2014

#Bioskop blitz Cinemas Miko Mall. Sensasi Serasa Menonton di Jaringan Bioskop CGV.

Signboard blitz di depan Miko Mall.
Menjelang akhir tahun 2014 ini jaringan bioskop blitz kembali membuka cabang bioskop terbarunya yang berlokasi di Miko Mall, Kopo Bandung. Bioskop yang menjadi cabang ke 12 blitz ini mengusung tema baru dan branding baru dengan nama blitz Cinemas. Dari pengamatan penulis, blitz Cinemas ini adalah branding yang ditawarkan blitz dengan keseluruhan fasilitas dan design yang menyerupai jaringan bioskop internasional asal Korea Selatan CGV Cinemas. Sama-sama menyandang akhiran Cinemas, blitz Cinemas ini praktis dapat diartikan sebagai salah satu hasil kerjasama antara CGV Cinemas dan blitz yang telah dijalin beberapa lama ini. blitz Cinemas yang mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 1 oktober 2014 ini menjadi wajah baru dalam perbioskopan Indonesia yang beberapa waktu lalu juga baru diramaikan oleh jaringan bioskop baru yaitu Cinemaxx Theater.
Akses masuk ke area bioskop blitz Cinemas Miko Mall.

Minggu, 28 September 2014

#Bioskop Cinemaxx Theater fX Sudirman. Cabang Cinemaxx Pertama Dengan Dolby Atmos dan Kelas Gold.

Sekitar satu bulan sejak pembukaan cabang pertama bioskop Cinemaxx Theater di Plaza Semanggi, tanggal 22 September lalu Cinemaxx Theater membuka cabang kedua-nya yang berlokasi tidak jauh dari cabang pertama yaitu di Plaza fX Sudirman. Bioskop yang berlokasi di bekas lokasi biokop Platinum XXI ini mengusung tema interior yang tidak begitu berbeda dengan pendahulunya di Semanggi. Hanya saja sebagai bioskop dengan Grade A, Cinemaxx fX Sudirman ini menyediakan pilihan selain kelas reguler yaitu kelas Gold. Dan juga tidak ketinggalan sistem tata suara terbaru besutan Dolby Labolatories yaitu Dolby Atmos turut melengkapi fasilitas di bioskop kedua Cinemaxx Theater ini.
Akses masuk bioskop Cinemaxx Theater fX Senayan
Penempatan akses masuk ke Cinemaxx fX Sudirman ini masih sama seperti akses masuk di Platinum XXI dahulu. Namun seperti di Cinemaxx Semanggi, Cinemaxx fX Sudirman ini tidak memiliki dinding kaca untuk pintu masuk untuk mempermudah akses keluar masuk pengunjung. Akses masuk pun menjadi lebih lebar dengan dihilangkannya pintu masuk kaca yang dulu ada di Platinum XXI. Tidak ada logo Cinemaxx di sekitar akses masuk ke bioskop karena logo Cinemaxx ditaruh di dinding luar bioskop dengan ukuran yang lumayan besar. Design yang ditawarkan Cinemaxx fX Sudirman ini tidak berbeda jauh dengan Cinemaxx Semanggi. Dinding berwarna abu metalik dengan motif bergelombang masih menjadi ciri khas di bioskop kedua Cinemaxx Theater ini. Pun juga motif karpet dan detail lain di dalam lobby dan koridor masih sama seperti Cinemaxx Semanggi.
Logo Cinemaxx berukuran lumayan besar di dinding luar bioskop.

Minggu, 14 September 2014

#reviewFilm The Swimmers

Sebuah film horror baru besutan sutradara yang juga menyutradarai film Coming Soon dan Ladda Land. The Swimmers hadir dengan balutan kisah romansa para remaja dan persahabatan yang mungkin masih lumayan jarang diangkat menjadi film horror.

Perth (Chutavuth Pattarakampol) adalah seorang atlit renang disekolahnya. Begitu juga Tan (Thanapob Leeratanakajorn) yang merupakan sahabat Perth. Tan memiliki seorang kekasih yaitu Ice (Supassra Thanachat). Ternyata Perth juga menyukai kekasih Tan ini. Lama kelamaan Perth berhasil merebut Ice dari tangan Tan. Namun setelah menjalin hubungan dengan Perth, Ice ditemukan meninggal karena melompat dari papan lompat ke kolam renang yang sedang tidak ada airnya karena sedang dalam perbaikan.

Jumat, 05 September 2014

#Bioskop Platinum Cineplex Cibinong. Cabang Pertama Platinum Cineplex di Indonesia

Sign Board Platinum Cineplex di depan Mall Cibinong Square.
Cibinong dipilih oleh Platinum Cineplex untuk mendirikan bioskop pertama mereka pada tahun 2012 silam. Bertempat di sebuah pusat perbelanjaan Cibinong Square, Platinum Cineplex mulai beroperasi pada 20 Agustus 2012 silam. Pemilihan Cibinong sebagai cabang pertama tampaknya karena di kota cibinong awalnya tidak ada bioskop sama sekali. Walau akhirnya setelah Platinum Cinelex ini buka, 2 tahun kemudian hadir Cinema XXI tak jauh dari tempat Platinum Cibinong ini. Platinum Cineplex kini harus bersaing dengan salah satu kompetitor kuat di bidang bioskop. Namun ada satu hal yang unik yang membedakan Platinum Cineplex Cibinong ini dengan bioskop lain, yaitu mereka masih memajang poster film yang sedang tayang di dinding luar mall sehingga pengendara yang sedang melintas di depan Mall Cibinong Square bisa melihat film apa saja yang sedang diputar di Platinum Cineplex Cibinong.
Masih memajang poster film yang sedang tayang di luar mall.

Kamis, 04 September 2014

#Bioskop Hollywood XXI. Titik Awal Bioskop Sineplex di Indonesia.

Berada di salah satu jalan tersibuk di Jakarta yaitu Gatot Subroto, Hollywood XXI yang lokasinya bersebelahan dengan Hotel Kartika Chandra ini sudah tentu bisa menjadi tempat nonton seru, apalagi saat jam pulang kerja jalan Gatot Subroto pasti macet. Cocok banget buat yang mau nunggu jalan sedikit lengang dengan nonton film.
Tangga menuju bioskop.
Hollywood XXI menyimpan sejarah besar dalam dunia perbioskopan Indonesia. Semenjak pertama kali hadir di Indonesia, bioskop selalu hadir hanya dengan 1 atau 2 studio saja. Karenanya, kapasitas 1 studio pada bioskop lama rata-rata bisa mencapai atau bahkan lebih dari 500 tempat duduk. Dengan hanya memutar 1 film, tentu saja jumlah penonton tidak bisa terus menerus bagus selama film yang diputar masih sama. Ada kalanya penonton sudah mulai sedikit dan hanya mampu mengisi sepersepuluh kapasitas studio. Ini yang menyebabkan bisnis bioskop mulai lesu di-era tahun 80-an.

Selasa, 02 September 2014

Proyek Jalur Ganda, Elektrifikasi, dan E-Tiket ke Rangkasbitung Mulai Dilanjutkan

Lama tidak mendengar kabar lanjut dari proyek Jalur Ganda dan Elektrifikasi jalur Serpong - Rangkasbitung, kini akhirnya proyek tersebut sudah mulai dikerjakan kembali. Proyek ini baru selesai sepenuhnya (Jalur Ganda + Elektrifikasi) di ruas Serpong hingga Parung Panjang. Untuk ruas Parung Panjang - Maja baru selesai untuk bagian elektrifikasi. Untuk Jalur Ganda masih terputus di petak Cikoya - Maja akibat longsor dan masih belum dilakukannya switch over.

Hari minggu lalu (31/8) saya sempat melihat kondisi di lokasi. Saat ini seperti yang sudah dapat dilihat di lokasi, sudah ada tumpukan bantalan beton untuk mengganti jalur eksisting dari Maja hingga Rangkasbitung yang sampai saat ini masih menggunakan bantalan besi. Proyek pergantian bantalan pun sudah dimulai dibeberapa titik dengan membuat saluran drainase terlebih dahulu disisi rel kereta. 
Tumpukan bantalan beton disisi rel eksisting.

Rabu, 27 Agustus 2014

#Kereta Listrik Baru Seri 205 Mulai Diuji Coba Jalan

Setelah tiba pada tanggal 12 Juli lalu, kiri rangkaian KRL Seri 205 ex Jalur Yokohama di Jepang mulai di Uji Coba Jalan. Selesai melakukan proses rekondisi di Dipo Depok, akhirnya rangkaian pertama yang diuji coba ada rangkaian bernomor 205-66F (H6) yang datang bersama rangkaian H21 H24, dan H4. Uji Coba dilakukan tanggal 27 Agustus dengan rute Depok - Manggarai - Bogor - Depok.

KRL Seri 205 ex jalur Yokohama sebenarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan KRL seri 205 ex jalur Saikyou yang saat ini sudah ramai beroperasi di jalur Jakarta - Bogor. Perbedaan hanya terletak di jumlah kereta dalam 1 rangkaian yang berjumlah 8 kereta saja di KRL seri 205 ex jalur Yokohama (termasuk 1 kereta 6 pintu). Lalu disisi interior penumpang, perbedaan hanya pada sisi pinggir seat penumpang yang diberi pembatas agar penumpang yang berdiri di dekat pintu tidak mengganggu penumpang yang duduk. Selain itu kurang lebih semuanya sama antara seri 205 ex jalur Yokohama dan Saikyou.

Karena tidak banyak yang bisa saya bahas lagi, langsung aja saya kasih foto-foto sat uji coba jalan.
Saat masuk stasiun Depok dari Dipo Depok.

Minggu, 24 Agustus 2014

#Kereta Listrik Seri 205 Kembali Datang di Indonesia

Kebutuhan yang mendesak membuat PT KCJ kembali mendatangkan KRL bekas pakai dari negeri sakura Jepang. Untuk tahun 2014 ini PT KCJ mendatangkan sebanyak 176 unit KRL seri 205 dari perusahaan JR East jalur Yokohama di Jepang. Eksistensi KRL seri 205 di jalur Yokohama ini sendiri mulai tergantikan oleh KRL seri E233 yang sejak awal tahun ini mulai beroperasi. Tidak jauh berbeda dengan pendahulunya dari jalur Saikyou yang lebih dulu datang di Indonesia tahun lalu, KRL seri 205 dari Jalur Yokohama ini juga memiliki bentuk eksterior yang sama persis dengan KRL seri 205 dari Jalur Saikyou. Namun untuk susunan rangkaian, KRL seri 205 Jalur Yokohama ini hanya terdiri dari 8 kereta. Walaupun hanya terdiri dari 8 kereta, kereta khusus berpintu 6 tetap ada di tiap rangkaian KRL seri 205 Jalur Yokohama ini yang berjumlah 1 kereta di tiap rangkaiannya. 

Tanggal 21 Agustus lalu kloter 3 pengiriman KRL seri 205 kembali datang di Pelabuhan Tanjung Priuk. Kali ini hanya 2 set KRL saja yang dikirim menggunakan kapal Seiyo Sapphire. Berikut adalah kronologi unloading KRL seri 205 yang dilakukan tanggal 21 Agustus lalu.

09:00
Unloading mulai dilakukan dengan mengeluarkan rangkaian seri 205 H15 terlebih dahulu.
13.30
Saya tiba di Pasoso. Jumlah kereta yang telah dikeluarkan dari kapal dan ditaruh di atas rel telah mencapai 6 kereta.
Kereta ke-6 yang dikeluarkan dari Kapal saat dipindahkan ke atas rel di Pasoso.

Sabtu, 23 Agustus 2014

Daftar #Bioskop yang akan Dibuka di Indonesia Tahun 2014

[ANNOUNCEMENT] Untuk Update Daftar Bioskop yang akan Dibuka Tahun 2015 Dapat Dilihat di Posting ini : Daftar #Bioskop yang akan Dibuka di Indonesia Tahun 2015

Bisnis bioskop yang dahulu menjadi hits dan menyebar ditiap daerah pernah runtuh di era hadirnya VCD dan efek kerusuhan Mei 98 Namum dengan hadirnya 1 perusahaan baru yaitu Cinemaxx di industri ini tanggal 17 silam menunjukan bahwa bisnis Bioskop kini mulai menunjukan kembali gairahnya. Sekedar berbagi, berikut info bioskop yang sampai saat ini sudah dalam tahap pembangunan atau sudah dipastikan akan dibangun di tahun 2014 ini dari 3 pemain besar bioskop di Indonesia, yaitu Cinema XXI, Blitzmegaplex, dan Cinemaxx Theater.

Cinema XXI
ilustrasi: Cinema XXI Summarecon Serpong
Mengitip dari artikel di Kompas.com, Cinema 21 dipastikan akan hadir di 9 kota di Indonesia. Berikut rincian Kota dan Lokasi calon bioskop Cinema 21:

Yogyakarta
Kota Yogyakarta untuk saat ini baru terdapat 2 bioskop, yaitu Aplaz 21 dan Empire XXI. Tahun 2015 ini CInema XXI berniat untuk kembali menambah bioskop jaringan mereka di Kota Gudeg ini. Cinema XXI memilih Yogya City Mall sebagai cabang ke 3 mereka di Yogyakarta. Cinema XXI di Yogya City Mall ini juga kabarnya akan dilengkapi dengan The Premiere yang menjadi cabang The Premiere pertama di Yogyakarta.
note: Jogja City Mall XXI sudah dibuka untuk umum sejak 20 November. Lebih lengkapnya baca di web 21cineplex.com
Jogja City XXI. (scr: 21cineplex.com)

Cinere, Depok
Cinere juga menjadi salah satu daerah yang dipilih Cinema XXI untuk membuka cabangnya. Sampai saat ini Cinere 21 yang terdapat di Cinere Mall masih menjadi bioskop satu-satunya di Cinere. Namun dengan segera hadirnya Cinema XXI di Cinere Belleveu Mall tahun ini, masyarakat Cinere diberikan alternatif tempat menonton baru yang lebih ekslusif ketimbang Cinere 21 yang masih mengusung konsep Cinema 21 generasi awal. Cinere Belleveu XXI ini merupakan bioskop pengganti dari bioskop Citos 21 yang ditutup awal 2013 lalu.
Rendering Cinere Belleveu Mall (dok: Internet)
note: Cinere Belleveu XXI telah dibuka bulan Desember 2014.

Senin, 18 Agustus 2014

#Bioskop Cinemaxx Theater Resmi Membuka Cabang Pertamanya di Plaza Semanggi

Lippo Grup telah mengumumkan sejak tahun lalu bahwa mereka akan membuat perusahaan Bioskop milik mereka sendiri dan diberi nama Cinemaxx Theater. Akhirnya setelah menunggu sekian lama, tanggal 17 Agustus 2014 hadir juga bioskop pertama Cinemaxx Theater di Plaza Semanggi, Jakarta. Lokasi bioskop Cinemaxx Theater ini menempati lahan bekas bioskop 21 yang sejak 19 Maret 2014 telah habis masa kontraknya. Berhubung ada waktu dan doku, saya langsung nyoba bioskop baru ini dihari pertama operasionalnya. Setelah dilihat-lihat dari jadwal film yang diputer, ternyata Cinemaxx masih ngambil film dari importir Omega buat film luar. Dan untuk film lokal, Cinemaxx milih film Mengejar Malam Pertama. Langsung aja deh liat jadwalnya langsung yang dimuat di media massa seperti Kompas, Sindo, dan The Jakarta Globe.
Berhubung film Into The Storm dan Ninja Turtles sudah saya tonton di hari awal rilisnya, akhirnya saya milih film Planes Fire & Rescue buat nonton di Cinemaxx ini. Plus juga penasaran sama kualitas teknologi MasterImage 3D yang dibawa sama Cinemaxx. 

Karena nungguin teman selesai kerja, akhirnya saya nonton disana sore menjelang malam. Sesampainya disana mata langsung mengamati tiap sudut lobby bioskop dan fasilitasnya. Dari pintu masuk, ternyata modelnya seperti Blitzmegaplex yang polos tanpa ada pintu dan dinding kaca seperti di Cinema 21. Logo Cinemaxx menempel di dinding bagian dalam area bioskop dan menghadap keluar. Sebenernya saya sendiri lebih seneng dengan model seperti ini karena untuk tenant seperti bioskop pasti akan ada arus keluar masuk pengunjung yang banyak dan sering. Mungkin akan lebih enak dan simple kalau ga ada pintu kaca yang harus dibuka tutup kalau mau masuk atau keluar. Dari segi penampilan pun gak terlalu berpengaruh.
Pintu Masuk Cinemaxx Theater Plaza Semanggi

Selasa, 27 Mei 2014

#reviewFilm Ketika Tuhan Jatuh Cinta


Diangkat dari novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta yang sudah diberi gelar "Best Seller", film yang berjudul sama seperti Novelnya ini memvisualkan kisah percintaan berbalut religi dari seorang tokoh bernama Ahmad Hizalul Fikri. 

#reviewFilm Edge of Tomorrow


Setelah tahun lalu Tom Cruise digandakan menjadi banyak di film Obivion, tahun ini Tom Cruise diberikan kemampuan Time Loop untuk mengulang kembali hidupnya pasca meninggal di film Edge of Tomorrow.

Rabu, 14 Mei 2014

#reviewFilm Godzilla


16 tahun sejak terakhir kalinya sang monster legenda ini "menyerang bioskop", akhirnya mulai tanggal 16 Mei(tanggal rilis US, Indonesia 14 Mei) ini Godzilla menyerang bioskop kembali dengan badan yang lebih tinggi dan besar karya sutradara Gareth Edwards. Tidak sendiri, kali ini Godzilla hadir juga dengan makhluk purba lainnya yang disebut MUTO(Massive Unidentified Terrestrial Organism). MUTO ini adalah karakter buatan Legendary Pictures yang bekerja sama dengan TOHO Cinemas, Jepang.

Jumat, 09 Mei 2014

#reviewFilm Marmut Merah Jambu


Sebagai debutnya sebagai Sutradara, di film ini Raditya Dika bisa dikatakan berhasil mengangkat sebuah novel ke dalam sebuah layar lebar. Buat yang sering nonton serial Malam Minggu Miko, mungkin gak terlalu asing dengan gaya Dika ngebawain cerita di film ini. Gaya narasi dika di film ini juga mirip sama Salman Aristo di filmnya Cinta Dalam Kardus(2013). Kalo di CDK Dika bercerita tentang masa lalunya digambarkan sambil stand up comedy, di film ini Dika bercerita masa lalunya digambarkan sambil bercerita kepada ayahnya Ina.