Minggu, 28 September 2014

#Bioskop Cinemaxx Theater fX Sudirman. Cabang Cinemaxx Pertama Dengan Dolby Atmos dan Kelas Gold.

Sekitar satu bulan sejak pembukaan cabang pertama bioskop Cinemaxx Theater di Plaza Semanggi, tanggal 22 September lalu Cinemaxx Theater membuka cabang kedua-nya yang berlokasi tidak jauh dari cabang pertama yaitu di Plaza fX Sudirman. Bioskop yang berlokasi di bekas lokasi biokop Platinum XXI ini mengusung tema interior yang tidak begitu berbeda dengan pendahulunya di Semanggi. Hanya saja sebagai bioskop dengan Grade A, Cinemaxx fX Sudirman ini menyediakan pilihan selain kelas reguler yaitu kelas Gold. Dan juga tidak ketinggalan sistem tata suara terbaru besutan Dolby Labolatories yaitu Dolby Atmos turut melengkapi fasilitas di bioskop kedua Cinemaxx Theater ini.
Akses masuk bioskop Cinemaxx Theater fX Senayan
Penempatan akses masuk ke Cinemaxx fX Sudirman ini masih sama seperti akses masuk di Platinum XXI dahulu. Namun seperti di Cinemaxx Semanggi, Cinemaxx fX Sudirman ini tidak memiliki dinding kaca untuk pintu masuk untuk mempermudah akses keluar masuk pengunjung. Akses masuk pun menjadi lebih lebar dengan dihilangkannya pintu masuk kaca yang dulu ada di Platinum XXI. Tidak ada logo Cinemaxx di sekitar akses masuk ke bioskop karena logo Cinemaxx ditaruh di dinding luar bioskop dengan ukuran yang lumayan besar. Design yang ditawarkan Cinemaxx fX Sudirman ini tidak berbeda jauh dengan Cinemaxx Semanggi. Dinding berwarna abu metalik dengan motif bergelombang masih menjadi ciri khas di bioskop kedua Cinemaxx Theater ini. Pun juga motif karpet dan detail lain di dalam lobby dan koridor masih sama seperti Cinemaxx Semanggi.
Logo Cinemaxx berukuran lumayan besar di dinding luar bioskop.

Minggu, 14 September 2014

#reviewFilm The Swimmers

Sebuah film horror baru besutan sutradara yang juga menyutradarai film Coming Soon dan Ladda Land. The Swimmers hadir dengan balutan kisah romansa para remaja dan persahabatan yang mungkin masih lumayan jarang diangkat menjadi film horror.

Perth (Chutavuth Pattarakampol) adalah seorang atlit renang disekolahnya. Begitu juga Tan (Thanapob Leeratanakajorn) yang merupakan sahabat Perth. Tan memiliki seorang kekasih yaitu Ice (Supassra Thanachat). Ternyata Perth juga menyukai kekasih Tan ini. Lama kelamaan Perth berhasil merebut Ice dari tangan Tan. Namun setelah menjalin hubungan dengan Perth, Ice ditemukan meninggal karena melompat dari papan lompat ke kolam renang yang sedang tidak ada airnya karena sedang dalam perbaikan.

Jumat, 05 September 2014

#Bioskop Platinum Cineplex Cibinong. Cabang Pertama Platinum Cineplex di Indonesia

Sign Board Platinum Cineplex di depan Mall Cibinong Square.
Cibinong dipilih oleh Platinum Cineplex untuk mendirikan bioskop pertama mereka pada tahun 2012 silam. Bertempat di sebuah pusat perbelanjaan Cibinong Square, Platinum Cineplex mulai beroperasi pada 20 Agustus 2012 silam. Pemilihan Cibinong sebagai cabang pertama tampaknya karena di kota cibinong awalnya tidak ada bioskop sama sekali. Walau akhirnya setelah Platinum Cinelex ini buka, 2 tahun kemudian hadir Cinema XXI tak jauh dari tempat Platinum Cibinong ini. Platinum Cineplex kini harus bersaing dengan salah satu kompetitor kuat di bidang bioskop. Namun ada satu hal yang unik yang membedakan Platinum Cineplex Cibinong ini dengan bioskop lain, yaitu mereka masih memajang poster film yang sedang tayang di dinding luar mall sehingga pengendara yang sedang melintas di depan Mall Cibinong Square bisa melihat film apa saja yang sedang diputar di Platinum Cineplex Cibinong.
Masih memajang poster film yang sedang tayang di luar mall.

Kamis, 04 September 2014

#Bioskop Hollywood XXI. Titik Awal Bioskop Sineplex di Indonesia.

Berada di salah satu jalan tersibuk di Jakarta yaitu Gatot Subroto, Hollywood XXI yang lokasinya bersebelahan dengan Hotel Kartika Chandra ini sudah tentu bisa menjadi tempat nonton seru, apalagi saat jam pulang kerja jalan Gatot Subroto pasti macet. Cocok banget buat yang mau nunggu jalan sedikit lengang dengan nonton film.
Tangga menuju bioskop.
Hollywood XXI menyimpan sejarah besar dalam dunia perbioskopan Indonesia. Semenjak pertama kali hadir di Indonesia, bioskop selalu hadir hanya dengan 1 atau 2 studio saja. Karenanya, kapasitas 1 studio pada bioskop lama rata-rata bisa mencapai atau bahkan lebih dari 500 tempat duduk. Dengan hanya memutar 1 film, tentu saja jumlah penonton tidak bisa terus menerus bagus selama film yang diputar masih sama. Ada kalanya penonton sudah mulai sedikit dan hanya mampu mengisi sepersepuluh kapasitas studio. Ini yang menyebabkan bisnis bioskop mulai lesu di-era tahun 80-an.

Selasa, 02 September 2014

Proyek Jalur Ganda, Elektrifikasi, dan E-Tiket ke Rangkasbitung Mulai Dilanjutkan

Lama tidak mendengar kabar lanjut dari proyek Jalur Ganda dan Elektrifikasi jalur Serpong - Rangkasbitung, kini akhirnya proyek tersebut sudah mulai dikerjakan kembali. Proyek ini baru selesai sepenuhnya (Jalur Ganda + Elektrifikasi) di ruas Serpong hingga Parung Panjang. Untuk ruas Parung Panjang - Maja baru selesai untuk bagian elektrifikasi. Untuk Jalur Ganda masih terputus di petak Cikoya - Maja akibat longsor dan masih belum dilakukannya switch over.

Hari minggu lalu (31/8) saya sempat melihat kondisi di lokasi. Saat ini seperti yang sudah dapat dilihat di lokasi, sudah ada tumpukan bantalan beton untuk mengganti jalur eksisting dari Maja hingga Rangkasbitung yang sampai saat ini masih menggunakan bantalan besi. Proyek pergantian bantalan pun sudah dimulai dibeberapa titik dengan membuat saluran drainase terlebih dahulu disisi rel kereta. 
Tumpukan bantalan beton disisi rel eksisting.